Sempat berdebat beberapa waktu. Karena perbedaan pendapat, entah harus bagaimana sekarang? Ku bingung & tak bisa berbuat apa-apa.
Disaat diriku terus maju untuk membuat nya kembali, namun itu semua hanya sia-sia. Aku yg serius mengajak nya kembali menerima jawaban yg sungguh mengejutkan. Dia menjawab bahwa sudah berjanji pada diri nya sendiri untuk tidak pacaran dulu. Sungguh jawaban yg menusuk hati!
Tapi kalimat itu sudah tidak asing kudengar, karena setiap kita berada di situasi seperti ini kalimat itu sering terucap dari mulut mu.
Yg ku bingung saat kalimat itu terucap namun selang waktu beberapa minggu kau sudah memiliki kekasih lain. Saat kutanyakan kemarin kau bilang "aku pacaran ga menaruh hati kok cuma sekedar menghargai".
Entah siapa yg bodoh disini? Dia bisa menghargai perasaan orang lain tapi kenapa tidak bisa untuk menghargai perasaan orang yg disayang? Aneh tapi iji kenyataan.
Aku mengajak mu kembali karena ku yakin akan pilihan ku selama ini. Perasaan malam ini pun bercampur menjadi satu membuat diri ini down.
Dia berkata "aku gamau jadi pacar kamu tapi mau aku jadi teman hidup". Teman hidup? Jika kau tak bisa menerima ku menjadi seorang kekasih bagaimana cara nya kau bisa menerima ku sebagai teman hidup? Pernahkah kau berfikir?
Yg lebih menusuk hati saat kau berkata "aku masih senang bermain-main". Entah apa yg harus kulakukan sekarang? Harus kah aku memaksanya? Haruskan aku egois? Rasa nya tidak perlu, cukup turuti saja kemauan nya. Membuat orang bahagia itu lebih indah dari apapun.
Aku tidak ingin memaksa & egois, selebih nya kau tentukan sendiri.
"Aku tak ingin mengganggu kebahagiaan mu"
Rabu, 13 April 2016
Tak diduga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar