Selasa, 12 April 2016

Mungkinkah

Saat kita putus saat itu banyak hal yg ku alami. Dari kesepian,kehilangan bahkan selalu teringat akan kenangan yg kita ukir kala itu.
Dimana kala itu handphone yg ku punya tak pernah full baterai, mengapa? Karena untuk apa sedangkan tiada orang yg mengajak ku chat/sms.
Hp ku berubah fungsi menjadi playstation atau semacam nya, karena hanya itu yg bisa ku lakukan.
Hidup menjadi sepi tanpa gairah. Saat itu hari2 yg kulewati terasa hampa & sunyi karena hilang nya sebuah keceriaan yg selalu kau beri setiap hari.
Hilang juga perhatian serta kepedulian, seperti hidup seorang diri tanpa seorang penyemangat.
Beberapa bulan aku menghilang, selalu saja teringat seberkas bayang mu. Kadang kala aku menstalk sosmed milik mu untuk mengtahui kabar serta keadaan mu saat ini.
Namun hanya rasa sakit yg ku dapat, tak menyangka kamu secepat itu membuka hati untuk lelaki lain. Semua perasaan dari sakit hati,cemburu bahkan kecewa semua bercampur menjadi satu. Aku menguatkan diri ku! Berifikir untuk tidak egois & menyembunyikan rasa sakit yg kualami lewat senyuman palsu.
Saat ku mulai terbiasa tanpa mu,tanpa sangka kau menghubungi ku lewat hp. Kau mengatakan "kangen yan". Entah saat itu apa yg sedang kurasakan? Antara senang & tidak menyangka kalau kamu mengatakan hal seindah itu kepadaku.
Aku pun membalas "kalau kangen kita ketemu". Tak lama setelah itu kita bertemu & mengukir kenangan indah lagi,namun belum kembali menjadi sepasang kekasih melainkan sebuah teman mesra.
Tapi akan kah kita terus seperti ini? Kau bilang masih sayang tapi saat ku ajak untuk kembali kau menolak nya, entah apa arti sayang yg kau bicarakan itu?
Akan kah kau kembali & kita menjadi sepasang kekasih lagi? Jawaban nya ada di dirimu & aku menunggu kepastian yg tak kunjung datang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar